“ Perjalanan panjang demi suatu harapan “

Peningkatan Jenjang Pendidikan ? suatu kalimat yang selalu tidak enak di dengar di telinga anak anak lulusan SMF atau sekarang yang ada yaitu SMKF. Karena dengan peningkatan jenjang pendidikan pastilah yang terbersit dibenaknya adalah, apakah saya bisa? Apakah saya mampu? Bagaimana cara saya dalam menjalaninya? Segudang alasan yang berkecamuk di dalam hatinya………

Namun apa harus dikata, Regulasi Pemerintah sudah menetapkan itu dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan. Suka tidak suka kita dihadapkan dalam 2 pilihan yang sulit yaitu,

  1. Bila kita tidak meningkatkan jenjang pendidikan dengan resiko akan menjadi Asnakes (Asisten Tenaga Kesehatan) yang tugas dan kewenangannya sudah diatur dalam Permenkes Nomor 80 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan dan sudah tidak mendapatkan Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dan secara otomatis pula tidak bisa membuat Surat Ijin Praktek Tenaga Teknis Kefarmasian (SIPTTK).
  2. Bila kita meningkatkan jenjang pendidikan minimal Ahli Madya, maka semua kewenangan yang melekat selama ini akan tetap dapat menyertai perjalanan kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui dunia kefarmasian, yang sudah mengalir dalam darah serta sendi-sendi kehidupan kita. Terutama bagi lulusan SMF apakah kita rela masa kerja pelayanan yang sudah berjalan bertahun-tahun, tiba-tiba dialihkan pada bidang yang tidak berhubungan dengan pelayanan kefarmasian? Seolah ilmu yang kita dapatkan selama menempuh pendidikan di SMF dulu dilempar kedalam tong sampah……bagai barang bekas yang sudah tidak ada nilai harganya sama sekali. Hati kami sakit…..kami ingin menjerit, tapi apalah daya kami?? Kemudian ada kebijaksanaan yang dinamakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), namun ternyata tetap belum bisa mencerahkan bagai pelita bagi kami karena ternyata diprioritaskan kepada lulusan SMF yang kebetulan bernasib baik sebagai seorang PNS. Saat itulah hati kami jadi bertambah sakit sekali…karena kami merasa, kenapa antara hak dan kewajiban tidak sama? Saat menjalankan kewajiban kami disamakan, saat waktunya menerima Hak kami dibedakan karena bukan seorang PNS. Berawal dari situlah kami berjuang dengan sekuat tenaga, dengan segala daya dan upaya agar kami tetap sebagai seorang Tenaga Teknis Kefarmasian karena kami masih kuat bekerja dan mempunyai kompetensi sebagai seorang Tenaga Teknis Kefarmasian…kami ajak rekan yang senasib untuk bersama-sama sekolah meningkatkan jenjang pendidikan walapun dengan jatuh bangun, duka dan air mata kami jalani pendidikan ini…sebab hanya kami anggap kita sedang digembleng di kawah condrodimuko agar nantinya lahir kembali sebagai seorang Tenaga Teknis Kefarmasian yang semakin ber empati kepada sesama, berwawasan dan ber ahklak mulia tanpa membeda-bedakan pangkat, golongan, suku bangsa dan agama seperti sumpah yang kita lafalkan.

Alhamdulillah, atas perjuangan yang keras dan semangat pantang menyerah dan semboyan “Bersama Kita Bisa” yang selalu kita teriakkan telah berhasil menghantarkan kita lulus Yudisium KTI, tinggal beberapa langkah untuk Wisuda. Disinilah potensi dan kekuatan kita timbul setelah terjepit oleh tekanan dan pilihan yang sangat menyudutkan dan menyulitkan kita.

Mari adik-adikku semuanya, jangan pernah mengeluh dan berputus asa. Tingkatkan selalu potensi dan kemampuanmu, jangan pernah menyerah. Yakinkan dirimu, dimana ada kemauan pasti disitu ada jalan. Allah tidak akan merubah nasip seseorang, bila orang tersebut tidak berusaha merubah nasibnya….semoga bisa sebagai pendorong semangat bagi adik-adikku yang masih muda-muda dalam menggapai segala apa yang dicita-citakan….Semangat selalu…..

 

(Nursidjaja NIM.17083032)

 

Lowongan Pekerjaan

 Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru

Alamat

Jl. Semingkir Gg.Cendrawasih, Rejasari - Purwokerto Barat - Kabupaten Banyumas
KABUPATEN BANYUMAS
JAWA TENGAH

Kontak

Email: pafibanyumas@gmail.com
Telp: 082137878670 / 0857-1284-5302
Fax: -
Rekening Organisasi:
BRI No.Rek 6824-01-010482-53-9, a/n PAFI CABANG BANYUMAS